Wajib Tahu! 4 Tahap Penting Perkembangan Motorik Balita 12-24 Bulan


Wajib Tahu! 4 Tahap Penting Perkembangan Motorik Balita 12-24 Bulan

Perkembangan motorik adalah salah satu aspek penting dalam pertumbuhan anak. Pada usia 12-24 bulan, anak mengalami perkembangan motorik yang pesat. Berikut adalah 4 tahap perkembangan motorik anak usia 12-24 bulan:

1. Tahap Motorik Kasar

Pada tahap ini, anak mulai belajar mengontrol gerakan tubuhnya yang besar, seperti duduk, merangkak, dan berdiri. Anak juga mulai belajar berjalan dengan bantuan atau tanpa bantuan.

2. Tahap Motorik Halus

Tahap motorik halus melibatkan gerakan tangan dan jari anak. Pada tahap ini, anak mulai belajar menggenggam benda, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya, dan mencoret-coret.

3. Tahap Koordinasi Mata dan Tangan

Tahap ini melibatkan koordinasi antara mata dan tangan anak. Anak mulai belajar mengambil benda dengan akurat, menyusun balok, dan bermain dengan mainan yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan.

4. Tahap Keseimbangan

Tahap ini melibatkan kemampuan anak untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Anak mulai belajar berjalan dengan stabil, berlari, dan melompat. Anak juga mulai belajar mengontrol gerakan tubuhnya saat duduk atau berdiri.

Perkembangan motorik anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, lingkungan, dan stimulasi. Orang tua dapat membantu mendukung perkembangan motorik anak dengan menyediakan lingkungan yang aman dan merangsang, serta memberikan kesempatan untuk bermain dan bereksplorasi.

4 Tahap Perkembangan Motorik Anak Usia 12 24 Bulan

Perkembangan motorik adalah kemampuan anak untuk mengontrol gerakan tubuhnya. Pada usia 12-24 bulan, anak mengalami perkembangan motorik yang pesat. Berikut adalah 9 aspek penting perkembangan motorik anak usia 12-24 bulan:

  • Duduk
  • Merangkak
  • Berdiri
  • Berjalan
  • Menggenggam benda
  • Memindahkan benda
  • Mencoret-coret
  • Mengambil benda
  • Menjaga keseimbangan

Aspek-aspek ini saling berkaitan dan mendukung perkembangan motorik anak secara keseluruhan. Misalnya, kemampuan duduk membantu anak belajar merangkak, dan kemampuan merangkak membantu anak belajar berdiri dan berjalan. Perkembangan motorik juga dipengaruhi oleh lingkungan dan stimulasi yang diberikan orang tua. Orang tua dapat membantu mendukung perkembangan motorik anak dengan menyediakan lingkungan yang aman dan merangsang, serta memberikan kesempatan untuk bermain dan bereksplorasi.

Duduk

Pada usia 12 bulan, sebagian besar bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Kemampuan duduk merupakan tonggak perkembangan motorik yang penting karena memungkinkan bayi untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan cara baru. Bayi yang bisa duduk dapat meraih mainan, bermain dengan balok, dan mengamati dunia di sekitar mereka.

Kemampuan duduk juga merupakan prasyarat untuk keterampilan motorik lainnya, seperti merangkak dan berjalan. Bayi perlu dapat mengontrol otot-otot punggung dan leher mereka untuk duduk tegak, dan keterampilan ini juga diperlukan untuk merangkak dan berjalan.

Orang tua dapat membantu mendukung perkembangan duduk anak dengan menyediakan tempat yang aman dan nyaman untuk berlatih. Bayi dapat didudukkan di kursi bayi, bantal, atau di pangkuan orang tua. Orang tua juga dapat memberikan mainan yang mendorong bayi untuk duduk, seperti mainan yang dapat dijangkau atau dimainkan sambil duduk.

Merangkak

Merangkak adalah salah satu tonggak perkembangan motorik yang paling penting pada anak usia 12-24 bulan. Merangkak membantu memperkuat otot-otot kaki, lengan, dan punggung anak, serta meningkatkan koordinasi dan keseimbangan mereka. Anak yang bisa merangkak juga bisa menjelajahi lingkungannya dengan lebih mudah dan belajar tentang dunia di sekitar mereka.

Ada dua jenis merangkak: merangkak perut dan merangkak tangan dan lutut. Merangkak perut adalah ketika bayi menggunakan perut dan lengannya untuk bergerak maju. Merangkak tangan dan lutut adalah ketika bayi menggunakan tangan dan lututnya untuk bergerak maju.

Sebagian besar bayi mulai merangkak pada usia sekitar 6-9 bulan. Namun, beberapa bayi mungkin mulai merangkak lebih awal atau lebih lambat dari usia ini. Jika bayi Anda belum mulai merangkak pada usia 12 bulan, jangan khawatir. Setiap bayi berkembang dengan kecepatannya masing-masing.

Orang tua dapat membantu mendukung perkembangan merangkak anak dengan menyediakan lingkungan yang aman dan merangsang. Bayi harus memiliki banyak ruang untuk bergerak dan menjelajah. Orang tua juga dapat memberikan mainan yang mendorong merangkak, seperti mainan yang dapat dijangkau atau dimainkan sambil merangkak.

Berdiri

Bayi yang baru belajar berdiri mungkin terlihat seperti penari balet yang sedang berlatih. Mereka akan menggoyangkan lengannya, menekuk lututnya, dan mungkin bahkan berjinjit untuk menjaga keseimbangan. Tapi jangan khawatir, ini semua adalah bagian dari proses belajar berjalan.

  • Menarik untuk diketahui: Bayi biasanya mulai berdiri antara usia 9 dan 12 bulan. Beberapa bayi mungkin mulai berdiri lebih awal atau lebih lambat, dan itu tidak masalah.
  • Tips untuk orang tua: Anda dapat membantu bayi Anda belajar berdiri dengan memberikan banyak kesempatan untuk berlatih. Biarkan bayi Anda berdiri sambil berpegangan pada furnitur atau Anda. Anda juga dapat mencoba mendorong bayi Anda untuk berdiri dari posisi duduk.

Berdiri adalah tonggak perkembangan motorik yang penting karena memungkinkan bayi untuk menjelajahi lingkungannya dengan cara baru. Bayi yang bisa berdiri dapat meraih mainan yang lebih tinggi, bermain dengan balok, dan bahkan mulai berjalan.

Berjalan

Berjalan adalah tonggak perkembangan motorik yang penting bagi anak usia 12-24 bulan. Berjalan memungkinkan anak untuk bergerak secara mandiri dan menjelajahi lingkungannya dengan lebih luas. Selain itu, berjalan juga membantu memperkuat otot-otot kaki, pinggul, dan punggung anak.

Sebagian besar anak mulai berjalan pada usia sekitar 12-15 bulan. Namun, beberapa anak mungkin mulai berjalan lebih awal atau lebih lambat dari usia ini. Jika anak Anda belum mulai berjalan pada usia 18 bulan, jangan khawatir. Setiap anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing.

Orang tua dapat membantu mendukung perkembangan berjalan anak dengan menyediakan lingkungan yang aman dan merangsang. Biarkan anak Anda banyak berlatih berjalan dengan berpegangan pada furnitur atau Anda. Anda juga dapat mencoba mendorong anak Anda untuk berjalan dari posisi berdiri.

Menggenggam benda

Bayi usia 12-24 bulan sedang asyik mengeksplorasi dunia di sekitar mereka, dan salah satu cara mereka melakukannya adalah dengan menggenggam benda. Pada awalnya, bayi mungkin hanya bisa menggenggam benda dengan satu tangan, tetapi seiring waktu, mereka akan belajar bagaimana menggunakan kedua tangan mereka untuk menggenggam dan memanipulasi benda.

Kemampuan menggenggam benda sangat penting untuk perkembangan motorik bayi. Ini membantu mereka mengembangkan koordinasi tangan-mata, keterampilan motorik halus, dan kekuatan tangan. Menggenggam benda juga memungkinkan bayi untuk belajar tentang bentuk, ukuran, dan tekstur benda yang berbeda.

Orang tua dapat membantu mendukung perkembangan menggenggam bayi dengan menyediakan banyak kesempatan bagi mereka untuk menggenggam benda. Berikan bayi mainan dengan berbagai bentuk, ukuran, dan tekstur. Anda juga dapat membiarkan bayi menggenggam makanan mereka sendiri, seperti potongan buah atau sayuran.

Memindahkan Benda

Bayi usia 12-24 bulan sedang senang-senangnya mengeksplorasi dunia di sekitar mereka, dan salah satu caranya adalah dengan memindahkan benda. Pada awalnya, bayi mungkin hanya bisa memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya, tetapi seiring waktu, mereka akan belajar bagaimana menggunakan kedua tangan mereka untuk memindahkan benda.

  • Kemampuan memindahkan benda ini sangat penting untuk perkembangan motorik bayi.

    Ini membantu mereka mengembangkan koordinasi tangan-mata, keterampilan motorik halus, dan kekuatan tangan. Memindahkan benda juga memungkinkan bayi untuk belajar tentang bentuk, ukuran, dan tekstur benda yang berbeda.

  • Orang tua dapat membantu mendukung perkembangan memindahkan benda pada bayi dengan menyediakan banyak kesempatan bagi mereka untuk memindahkan benda.
    Berikan bayi mainan dengan berbagai bentuk, ukuran, dan tekstur. Anda juga dapat membiarkan bayi memindahkan makanan mereka sendiri, seperti potongan buah atau sayuran.

Dengan memberikan banyak kesempatan bagi bayi untuk memindahkan benda, Anda dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan motorik dan koordinasi tangan-mata yang mereka butuhkan untuk sukses dalam hidup.

Mencoret-coret

Si kecil mulai mencoret-coret tembok? Jangan dimarahi dulu, Ma. Itu tanda ia sedang mengembangkan kemampuan motorik halus dan koordinasi mata-tangannya, lho!

  • Mencoret-coret membantu si kecil:

    • Mengembangkan koordinasi mata dan tangan
    • Melatih otot-otot kecil di tangan dan jari
    • Mengekspresikan kreativitas
  • Orang tua dapat mendukung perkembangan mencoret-coret dengan:

    • Menyediakan kertas, krayon, atau spidol yang aman untuk anak
    • Menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas, seperti menyediakan ruang khusus untuk mencoret-coret
    • Memuji dan menghargai karya seni si kecil

Jadi, lain kali si kecil mencoret-coret tembok, jangan buru-buru marah. Justru, jadikan itu momen untuk mendukung perkembangan motorik dan kreativitasnya.

Mengambil Benda

Si kecil yang aktif bergerak dan eksploratif pasti senang sekali mengambil benda-benda di sekitarnya. Ternyata, kemampuan mengambil benda ini merupakan salah satu tahap perkembangan motorik yang penting pada anak usia 12-24 bulan, lho!

  • Memegang dan menggenggam

    Awalnya, si kecil mungkin hanya bisa memegang benda dengan satu tangan. Namun, seiring waktu, koordinasi tangannya akan semakin baik dan ia bisa menggenggam benda dengan kedua tangannya.

  • Mengambil benda di depan mata

    Setelah bisa menggenggam, si kecil akan mulai belajar mengambil benda yang ada di depan matanya. Awalnya, ia mungkin akan mengambil benda dengan gerakan menyapu atau mencapit.

  • Mengambil benda di tempat yang lebih jauh

    Seiring perkembangan koordinasi tangan dan matanya, si kecil akan bisa mengambil benda yang berada di tempat yang lebih jauh. Ia juga akan belajar menggunakan ibu jari dan telunjuknya untuk mengambil benda yang kecil.

  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya

    Setelah bisa mengambil benda, si kecil akan mulai belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya. Kemampuan ini penting untuk koordinasi tangan dan mata, serta keterampilan motorik halus.

Dengan memberikan banyak kesempatan pada si kecil untuk mengambil benda, orang tua dapat membantu mendukung perkembangan motorik dan koordinasi tangan-mata mereka.

Menjaga keseimbangan

Si kecil yang aktif bergerak dan senang mengeksplorasi lingkungannya pasti sering terlihat berusaha menjaga keseimbangannya, ya? Kemampuan menjaga keseimbangan ini merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan motorik anak usia 12-24 bulan, lho!

  • Menopang tubuh

    Awalnya, si kecil mungkin masih kesulitan untuk menopang tubuhnya saat duduk atau berdiri. Namun, seiring bertambahnya usia, otot-ototnya akan semakin kuat dan ia akan bisa menopang tubuhnya dengan lebih baik.

  • Berjalan dan berlari

    Kemampuan menjaga keseimbangan sangat penting untuk berjalan dan berlari. Si kecil akan belajar mengoordinasikan gerakan tangan dan kakinya untuk menjaga keseimbangan saat berjalan dan berlari.

  • Menggapai dan mengambil benda

    Kemampuan menjaga keseimbangan juga membantu si kecil saat menggapai dan mengambil benda. Ia akan bisa mengontrol gerakan tubuhnya dan menjaga keseimbangannya saat mengambil benda yang berada di tempat yang agak jauh.

  • Bermain dengan mainan

    Kemampuan menjaga keseimbangan juga penting untuk bermain dengan mainan. Si kecil akan bisa duduk dengan nyaman dan menjaga keseimbangannya saat bermain dengan mainan balok atau puzzle.

Dengan memberikan banyak kesempatan pada si kecil untuk bergerak dan bereksplorasi, orang tua dapat membantu mendukung perkembangan keseimbangan mereka. Dorong si kecil untuk berjalan, berlari, dan bermain dengan mainan yang membutuhkan keseimbangan. Dengan begitu, si kecil akan tumbuh menjadi anak yang aktif dan memiliki keseimbangan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *